The Fold by Peter Clines


23164927Indonesia

Ulasan kali ini bakal cukup singkat. Ini adalah novel yang baru saja saya mulai baca semalam dan berhasil saya selesaikan dalam satu kali duduk. 5 jam penuh. Buku berbahasa Inggris terakhir yang bisa membuat saya melakukan hal itu adalah Ender’s Game. Oleh karena itu, saya terdorong untuk menulis sebuah ulasan di sini. Namun, saya juga menyadari bahwa sudah sangat lama sejak saya terakhir menulis review di sini, dan ulasan saya kali ini mungkin akan terasa sedikit berantakan, jadi, saya mohon maaf sebelumnya. Terima kasih.

Jadi, mari kita mulai dengan ringkasan cerita: tokoh utama novel ini, Mike, adalah seorang manusia super, satu dari sedikit orang di dunia yang benar-benar memiliki ingatan fotografis. Selagi dia menjalani hidup normalnya sebagai seorang guru SMA di sebuah kota kecil, seorang teman lama datang mengunjunginya dan menawarkan sebuah pekerjaan: awasi sekelompok ilmuwan yang telah menciptakan sebuah alat bernama Pintu Albuquerque, sebuah mesin yang dapat “Melipat” realitas dan memungkinkan manusia untuk menempuh perjalanan dengan jarak sangat jauh dalam waktu sekejap. Mike menerima pekerjaan itu, dan selama beberapa hari pertama, segalanya tampak berjalan baik-baik saja meski para ilmuwan di sana terlihat agak gelisah mengenai Pintu yang mereka ciptakan. Kemudian, sebuah insiden terjadi, dan Mike menyadari bahwa terdapat banyak rahasia yang disimpan oleh para ilmuwan itu, bahwa mesin tersebut tidaklah seperti yang mereka duga, dan bahwa mereka harus berpacu melawan waktu untuk menghentikan masuknya bencana besar melalui Pintu tersebut menuju seluruh realita.

Baca lebih lanjut

Iklan

Congo – Michael Crichton


Congo

  • Jenis : novel
  • Penulis : Michael Crichton
  • Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun penerbitan : 2012
  • Format : Mass Market Paperback
  • ISBN : 978-979-22-8627-4

Di pedalaman Kongo, sebuah tim dari Amerika Serikat mengalami musibah misterius. Tak ada seorang pun yang selamat, satu-satunya petunjuk hanyalah rekaman buram yang memperlihatkan sesosok makhluk besar menyerang anggota ekspedisi. Kegagalan tersebut dilaporkan kepada ‘pusat’ di AS yang nun jauh, yang, tak mau mengalami kegagalan misi, memutuskan untuk mengirim tim kedua.

Dr. Karen Ross, seorang peneliti wanita yang sudah lama menunggu-nunggu kesempatan seperti ini, ditugaskan untuk memimpin. Tergabung dalam timnya adalah Dr. Peter Elliot, seorang ahli primata, Amy, gorila betina yang bisa berbahasa isyarat, serta orang-orang kawakan lainnya. Bersama, mereka berangkat ke Kongo, bertekad menyelesaikan misi yang dirintis oleh tim pertama.

Namun, semakin masuk ke pedalaman, berbagai rintangan menanti mereka. Perang saudara membuat para pemberontak merambahi hutan, memberikan bahaya kepada anggota ekspedisi. Hutan yang luas, lebat, dan penuh hal-hal ganjil pun menghalangi mereka. Serta, tak lupa, masih ada kawanan makhluk yang sangat cerdas – makhluk yang sama yang menghabisi tim pertama dan sempat terekam di video. Mampukah mereka menyelesaikan misi?

Baca lebih lanjut